Skip to content

Iklan Nekat di Kolom Komentar Saling Hujat

perang-kata

Ilustrasi: KataRupa

Pembaca,

Presiden Jokowi sempat melontarkan pernyataan seputar kebiasaannya membaca berita on-line. Jokowi membaca headline kemudian langsung lompat membaca kolom komentar. Ia kerap kali menemukan perang makian serta hujatan yang menurutnya tidak mencerminkan nilai ke-Indonesiaan, kesopanan dan budi pekerti bangsa Indonesia.

Jokowi mengaku sedih melihat perang kata tak pantas yang kian marak di dunia maya. Tentunya keprihatinan Jokowi adalah keprihatinan kita semua.

Namun, ada yang aneh bin nyeleneh di dalam kolom komentar saling hujat, yaitu munculnya “komentar-komentar” komersial atau sebut saja iklan. Menurut pengamatan KataRupa, iklan-iklan yang mungkin urat takutnya sudah putus ini, ternyata banyak juga dilakoni merek-merek populer.

Logika kita menilai mereka nekat bunuh diri. Bayangkan saja, saat para serdadu perang kata tengah asik naik darah dan para pembaca komentar tengah asik menyimak, tiba-tiba tamu tak diundang ikut komen menawarkan kasur busa hingga install apps. Pastinya bikin kesal pembaca komentar.

Tapi kok para pengiklan seperti tak ambil pusing. Bukankah kesakralan citra merek wajib dijaga? Mungkin mereka punya alasan atau strategi khusus?

Pembaca, ada beberapa tebakan untuk mengetahui alasan dibalik kenekatan para pengiklan.

Tebakan yang termudah, mereka memang nekat, tutup mata tutup telinga, karena yang penting bisa beriklan sesering dan sebanyak mungkin (apalagi gratis) agar orang tahu keberadaan mereka. Soal citra baik, ada di urutan kesekian.

Tebakan kedua, pengiklan tak sengaja nekat karena gagal paham bahwa keputusan beriklan di kolom komentar sejatinya mengganggu penulis dan pembaca komentar. Jika demikian halnya, tak perlu kita bahas lebih lanjut, karena seperti kata pepatah “When you know better, you do better…” (Maya Angelou).

Namun, ini cuma sekedar tebak-tebakan sok tau KataRupa. Butuh penelitian dan riset mendalam lewat metode kajian akademis yang tentunya telah dipelajari para mahasiswa tingkat akhir. Nah, mungkin ada yang tertarik menjadikan fenomena iklan nekat di kolom komentar sebagai topik skripsi?

Redaksi

KataRupa © Copyright 2016. All Rights Reserved
%d bloggers like this: