Skip to content

Kata-Kata “Santun” itu Percuma!

Pembaca,

Berkata santun sudah menjadi kewajiban tak tertulis bagi pejabat publik saat berkomunikasi. Bahkan akhir-akhir ini beberapa tokoh masyarakat menggelorakan lagi semangat untuk berkata santun sebagai respon atas ‘kebiasaan’ pejabat publik tertentu yang dinilai sering berkata kasar.

Tak dipungkiri kata-kata santun memang terasa indah di telinga dan sejuk di hati. Tapi, benarkah berkata santun ataupun santun berkata itu selalu efektif dalam sebuah komunikasi?

Kejadian yang terekam kamera KataRupa di bawah ini barangkali bisa menjadi contoh bahwa tidak selamanya kesantunan bisa diterapkan, jika yang dimaksud “santun” adalah kata-kata yang “indah”.

jangan-injak-52216

Pengunjung Monas tidak mengindahkan larangan menginjak rumput, Minggu (22/5/2016). (Foto: KataRupa)

Menurut penilaian KataRupa, pejabat Pemda DKI yang terkait pengelolaan kawasan Monas memiliki ide komunikasi yang cukup kreatif. Upayanya patut diapresiasi karena mencoba lebih persuasif.

Pendekatan emosional digunakan dengan “menghidupkan” hamparan rumput halaman Monas sehingga para rumput bisa berkata “Jangan injak kami, biarkan kami tumbuh, hijau dan subur”.

Namun sangat disayangkan, kata-kata “santun” nan indah ini benar-benar tidak diindahkan oleh para pengunjung. Mereka tanpa rasa “perikerumputan” melenggang kangkung, tak menggubris plang peringatan yang menghiba-hiba ini.

Mungkinkah harus menggantinya dengan kata-kata yang lebih langsung, tak perlu baper, dan lebih tegas?

Kenyataannya kata-kata peringatan yang langsung, tegas bahkan keras, seringkali juga dilanggar. Tengok saja nasib rambu lalu-lintas dan larangan merokok disertai peringatan sanksi, sami mawon enggak ngaruh.

Kalau begitu, jangan-jangan, memakai kata-kata kasar yang menyebut daftar penghuni kebun binatang bakal efektif?

Tentu saja KataRupa tidak akan menyarankan demikian, meski kuat dugaan para pengunjung Monas ini memang ndableg.   

Pembaca, menurut KataRupa, contoh kasus ini sangat menarik untuk dijadikan bahan skripsi maupun tugas akhir. Tantangannya besar, yaitu menemukan ide komunikasi pesan peringatan yang mampu membuat pengunjung atau warga taat aturan. Namun, tentunya dengan kata-kata yang tidak membuat hati mereka mendidih.

Tertarik?

Redaksi

KataRupa © Copyright 2016. All Rights Reserved
%d bloggers like this: