Skip to content

Cara Haru Coca-Cola Memotret Keseharian Abang dan Adik

screen-shot-2016-12-04-at-5-10-01-pm

Screenshot YouTube “Brotherly Love”

Tanpa adegan yang bombastis dan musik yang menghentak-hentak khas anak muda, film iklan Coca-Cola terbaru ini memotret keseharian kita yang menoreh haru.

Adegan dibuka dengan seorang anak laki-laki – sebut saja si Culun – yang sedang asik bermain games di depan TV.

Kemudian datang sang abang yang jahil. Ia beberapa kali memeloroti topi sang adik sehingga menutupi pandangannya. Si Culun cuma bisa mendelik kesal ke abangnya yang kita panggil saja si Gagah.

Karakter yang kontras antara si Culun dan si Gagah terus mewarnai adegan-adegan berikutnya.

Suatu ketika si Culun hendak meraih headphones di atas lemari, namun dengan santainya, sambil menelepon, si Gagah memindahkan headphones tersebut ke atas lemari yang lebih tinggi hingga tak terjangkau si Culun.

Si adik Culun yang bersosok ringkih cuma bisa diam memandang sebel si Gagah. Tentu saja ia tidak bakal berdaya melawan si Gagah yang berperawakan tinggi tegap dan ganteng ini.

Saat pulang sekolah, mereka berpayung bersama di tengah rintik hujan. Lagi-lagi timbul keisengan si Gagah. Sambil memegang payung, ia sengaja berjalan lebih cepat meninggalkan si Culun yang terpaksa memayungi diri dengan tasnya.

Saat makan bersama keluarga, lagi-lagi si Gagah menjahili si Culun. Ia diam-diam menginjak kaki adiknya. Si Culun pun lagi-lagi cuma bisa mengomel kesal. Si Gagah berdalih tak tahu-menahu saat ditegur orang tua mereka.

Jelas sudah, si Gagah adalah sosok abang yang doyan “menindas” adiknya yang memang bertampang rawan di-bully ini.

Benar saja, suatu hari, saat tengah duduk-duduk di bangku taman area olahraga, si Culun yang mencoba tampil cool dengan headphones di lehernya, di-bully oleh tiga “preman” sekolah seumurannya. Mereka mengambil Coca-Cola si Culun yang berusaha merebutnya tapi tak berdaya.

Di saat kritis, si Gagah datang menghardik para preman yang keruan saja jeri melihat sosok si Gagah. Tanpa ba bi bu mereka langsung ambil langkah seribu.

Si Gagah memandangi Coca-Cola nan segar menggoda tersebut di genggamannya. Konflik batin pun mendera; ia minum atau serahkan kembali ke si Culun. Sementara si Culun memandanginya dengan wajah memelas penuh harap.

Tak disangka-sangka, si Gagah memutuskan menyerahkannya ke si Culun yang langsung saja meneguk Coca-Cola segar tersebut dengan nikmatnya.

screen-shot-2016-12-04-at-4-40-06-pm

Screenshot YouTube “Brotherly Love”

Si Gagah ternyata membuktikan bahwa ia sayang adiknya. Meski tetap saja jahilnya tak bisa hilang dengan mendorong botol Coca-Cola yang sedang diminum si Culun sehingga sedikit tumpah.

Si Culun kali ini justru tertawa bahagia memandangi abangnya yang berlalu sambil tersenyum lega. Si Culun tahu, bagaimanapun jahilnya sang Abang, ia tetap sayang sama adiknya.

Film iklan ini adalah satu dari beberapa iklan terbaru Coca-Cola yang mengusung tema brand campaign yang juga baru diluncurkan di awal 2016 yaitu “Taste the Feeling” menggantikan tema “Open Happiness” yang telah bertengger selama 7 tahun lamanya.

screen-shot-2016-12-04-at-4-41-38-pm

Screenshot YouTube “Brotherly Love”

Potret kehidupan keseharian abang dan adik ini memiliki insights yang kuat dan universal. Kita pun seolah melihat cermin kehidupan kita sendiri di mana sejahil-jahilnya kita, tentu tetap akan melindungi adik kecil kita.

Film terasa semakin mengharukan saat disematkan lirik lagu berjudul “Hey, Brother” produksi DJ/Producer Avicii asal Swedia dan dibawakan penyanyi pop asal Australia Conrad Sewell.

Seperti dilansir coca-colacompany.com (19/1/2016), Chief Marketing Officer Coca-Cola Marcos de Quinto menyatakan, Coca-Cola ingin menegaskan kembali bahwa minuman ringan legendaris ini adalah untuk siapa saja.

Marcos de Quinto juga menjelaskan, “Taste the Feeling” menyampaikan pesan bahwa minum Coca-Cola – apa pun variannya – adalah sebuah kenikmatan sederhana yang membuat momen keseharian kita (justru) menjadi lebih spesial.

“Brotherly Love” adalah contoh kesederhanaan sebuah cerita keseharian yang mampu menyentuh keharuan kita. Ia menjadi spesial karena mengangkat peristiwa kecil namun bermakna besar, yaitu kasih sayang seorang abang terhadap adik kecilnya.

Penasaran filmnya? Silakan nikmati berikut ini bersama sebotol Coca-Cola dingin nan segar favoritmu.

(KataRupa)

KataRupa © Copyright 2016. All Rights Reserved
%d bloggers like this: