Skip to content

Citra Pariwara 2016 “Make Advertising Great Again”, Memuja Trump?

Bagi para mahasiswa yang telah bertekad menceburkan diri ke dunia kerja periklanan selepas lulus nanti, pastinya tak akan melewatkan berita seputar Citra Pariwara yang digelar di penghujung 2016 ini.

Seperti halnya event-event lain, ajang adu kreatif iklan terbesar seantero negeri ini juga selalu menyematkan tema untuk menyemangati para pendekar iklan, petarung-petarung terbaik dari berbagai ‘perguruan’ agensi besar hingga kecil.

Tema tahun ini cukup menyita perhatian KataRupa karena mengekor slogan kampanye Donald Trump “Make Amerika Great Again”. Demikian juga dalam manifestonya ada beberapa kalimat retorik yang pernah diucapkan Trump saat pidato di Konvensi Partai Republik.

Oya, sebagai informasi, Donald Trump bukanlah calon presiden AS pertama yang menyematkan slogan “Make Amerika Great Again” dalam kampanyenya. Berdasarkan penelusuran KataRupa, Ronald Reagan menjadi yang pertama memakai slogan ini dalam kampanyenya pada 1980, disusul kemudian oleh Bill Clinton pada 1992 (meski kemudian di pemilihan presiden AS kemarin ia menyebut slogan ini berbau rasis).

Penyematan tema “Make Advertising Great Again” di Citra Pariwara 2016 ini menuai kritikan tajam dari Paramitha Mohamad – mantan praktisi iklan yang kini konsultan di Communication for Change, perusahaan konsultan komunikasi yang didirikannya.

Di medium.com, Paramitha mencoba membedah “isi kepala” pihak-pihak yang berwenang memutuskan tema yang ia sebut tidak orisinal karena meniru kampanyenya Trump.

Mantan strategic planner yang sudah malang-melintang di jagad periklanan hingga manca negara ini, menyayangkan ketidakpekaan pihak-pihak tersebut terhadap isu-isu negatif seputar Trump. Baginya tema “Make Advertising Great Again” seakan menyiratkan pemujaan terhadap Donald Trump.

Baca juga: Strategi Trump: Kebencian (Ternyata) Laku Dijual di Amerika

Paramitha pun berbagi ‘bocoran’ soal perilaku praktisi iklan Indonesia yang justru harus direvisi secara radikal ketika ia menyikapi poster Citra Pariwara 2016 yang garang berteriak “stop radical revision”.

Tak cuma mengkritik, Paramitha juga mengingatkan kembali kewajiban para pekerja iklan, yaitu mencari solusi bagi permasalahan klien, bukan justru sibuk berkhayal menjadi tenar di kalangan sesama pekerja iklan.

Banyak hal menarik yang bisa kita temui di tulisan sepanjang 6 menit ini untuk pembelajaran, terutama bagi mereka yang berminat bekerja di dunia periklanan.

Untuk memperoleh pencerahan lebih jauh, silakan simak aksi bedah tema Paramitha Mohamad bertajuk “Make advertising great again’? No, let’s make it less horrible.” di sini.

Selamat belajar!

(KataRupa)

Video: ALL POTUS Donald Trump 2016 Rallies & Speeches

KataRupa © Copyright 2016. All Rights Reserved
%d bloggers like this: