Skip to content

“Person of the Year 2016”: Asa Terbelah di Langit Amerika

screen-shot-2016-12-08-at-11-42-17-am

Screenshot YouTube TIME

Sesuai tradisi tahunan majalah TIME, di penghujung 2016 ini seorang tokoh yang mendunia telah dinobatkan sebagai “Person of the Year”. Ia adalah Donald Trump yang juga mengalahkan Hillary Clinton di ajang yang tak kalah menyita perhatian dunia ini.

Menariknya, TIME menobatkan Trump sembari memberinya julukan “President of the Divided States of America”. Sementara seperti dilansir berbagai media, Trump tidak menampik fakta Amerika yang terbelah lewat pernyataannya akan menyatukan kembali Amerika.

“Person of the Year”, frasa sakti ini seolah menjadi penanda kekuasaan absolut TIME untuk menentukan siapa yang layak menjadi orang paling berpengaruh seplanet bumi. Tidak ada yang menggugat sang “hakim” TIME–dan memang tidak perlu–karena toh ini hajatan milik TIME.

Namun tak sedikit orang yang terpeleset, salah memaknai penobatan ini sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi positif ternobat pada dunia. Editor-in-Chief TIME Nancy Gibbs menegaskan, penobatan adalah atas dasar besarnya pengaruh ternobat untuk hal yang lebih baik atau justru lebih buruk —for the better or the worse.

Jadi, para simpatisan dan pendukung Hillary tak perlu meradang atas penobatan orang paling berkuasa di dunia ini. Sebaliknya, simpatisan dan pendukung Trump pun tak usah ge-er mabuk kepayang.

Sebagai informasi, TIME tidak melulu “konsisten” menobatkan sosok manusia. Situs en.wikipedia.org mencatat aksi penobatan TIME yang berbeda, yaitu; “Machine of the Year” pada 1982 untuk komputer sebagai penanda abad informasi, dan “Planet of the Year” pada 1988 untuk bumi yang kian ringkih.

Namun “Person of the Year 2016” pantas rasanya menjadi paling berbeda–atau kita sebut saja teristimewa–karena TIME seakan menjadikan penobatan Trump pe-er berat bagi publik Amerika (dan juga dunia tentunya) untuk bergulat kembali membuktikan apakah Trump ini for the better atau the worse.

“Person of the Year 2016” lebih dari sekedar nama, ia bagai “promotor” yang menanding ulang asa publik Amerika yang terbelah dua terhadap Trump; satu sisi putus asa dan sisi lain penuh asa.

Meminjam judul film Indonesia berpanggung Amerika “Bulan Terbelah di Langit Amerika”, Trump “Person of the Year 2016” menyulut episode kedua “Asa Terbelah di Langit Amerika”.

Berikut penjelasan TIME soal penetapan Trump sebagai “Person of the Year 2016”:

(Sah/KataRupa)

KataRupa © Copyright 2016. All Rights Reserved
%d bloggers like this: