Skip to content

Ini Rahasia Top Designers Mengatasi “Creative Block” (2)

creative-block-2

Ilustrasi: KataRupa

Menyambung artikel sebelumnya tentang mengatasi “creative block” yang disadur dari tulisan Adrienne Branson di designschool.canva.com, berikut beberapa kiat lagi dari para desainer top untuk mengatasi ide “mentok”.

8. Tunggulah Semangat Menyerangmu

“Saat aku dihadapkan dengan keraguan semacam itu atau “mentok”, kutaruh penaku dan aku beristirahat. Aku bisa tidak melakukan hal apa pun yang berhubungan dengan menggambar selama berminggu-minggu atau bahkan bisa berbulan-bulan. Saat aku merasa benar-benar merindukan keahlianku, saat itulah aku kembali ke menggambar dengan kreativitas dan keinginan yang cukup untuk membuat sesuatu yang luar biasa tanpa keraguan atau mentok” – Kerby Rosanes, doodler dan ilustrator.

Seperti Basford, kiat Rosanes adalah kamu tidak bisa memaksakan kreativitas untuk mengalir begitu saja. Jeda bukanlah sesuatu yang harus kamu takuti – anggaplah ini adalah waktu untuk mengumpulkan semangat dan mengisi ulang kreativitasmu. Bahkan jika jeda ini mencapai beberapa minggu atau bahkan bulan dan selama itu pula kamu mencoba sesuatu yang baru, kapan pun kamu merasakan semangat itu lagi, kamu akan menyadari bahwa creative block itu sudah hilang.

9. Gunakan Waktumu

“Aku membaca sebuah buku berjudul Daily Rituals: How Artists Work by Mason Currey, dan ia menyebutkan soal seorang penulis terkenal yang duduk di meja kerjanya dan bekerja selama 8 jam, walaupun ia tidak memiliki ide apa pun. Saat ia tidak tahu sama sekali apa yang akan ditulisnya, ia tetap menulis. Ide itu benar-benar tinggal padaku. Aku membayangkan orang itu duduk di mejanya dan berkata, ‘inilah pekerjaanku.’ Rasanya seperti berburu emas.” – Adam R Garcia, desainer dan direktur kreatif.

Di sisi lain, kadang kamu hanya harus menggunakan waktumu. Kita berpikir bahwa penulis pasti tidak seperti ini – kita pikir penulis pasti mendapatkan ilham di waktu-waktu tertentu seperti misalnya pada tengah malam atau dini hari. Tapi nyatanya mereka melakukannya.

Kalau materi baru tidak datang kepadamu, coba lihatlah kembali apa yang sudah kamu kerjakan dan apakah ada yang membutuhkan revisi. Atau jalankan saja nasihat dari McCabe dan buatlah sesuatu yang buruk – minimal kamu membuat sesuatu.

10. Jangan Berpura-pura Eksis Dalam Kehampaan

Jadilah sebuah putaran tanggapan yang tidak berhenti. Artinya, carilah masukan tanpa henti: membaca buku dan blog, menghadiri seminar dan konferensi, menggunakan medium yang kamu desain. Ini juga berarti hasil yang tanpa henti: menulis buku dan blog, berbicara di konferensi, atau mendesain.” – Luke Wroblewski, desainer web.

Kamu dan karyamu tidak eksis di dalam kehampaan. Kamu berada pada suatu waktu dalam sejarah di mana dunia jauh lebih terhubung daripada sebelumnya. Ambillah keuntungannya. Lihatlah apa yang dilakukan oleh orang lain di bidangmu atau konsentrasimu. Aturan apa yang mereka langgar. Karya apa yang dianggap inovatif dan karya apa yang hanya meniru tren. Semua ini akan membantumu untuk mengidentifikasi di mana kamu bisa membuat perubahan dan menjadi orisinil dengan usahamu sendiri.

11. Buatlah Daftar yang Obsesif

“Sebagai catatan umum, menurutku membuat daftar bisa sangat membantu. Aku menggunakan buku sketsa di tahap-tahap awal di setiap proyek, yang akhirnya menjadi daftar pekerjaan untuk setiap aspek proyek yang sedang kukerjakan (bahkan arahan-arahan untuk diriku sendiri). Hasil akhirnya nampak sedikit aneh–ada banyak daftar, beberapa di antaranya bisa berupa gambar–tapi ini sangat membantu untuk mengosongkan otakmu dan memindahkannya ke sebuah halaman, supaya kamu bisa melihatnya dengan lebih objektif, dan memilih mana yang paling efektif.” – Johnny Kelly, animator.

Seperti yang telah kusebutkan sebelumnya, membawa buku sketsa ke mana pun kamu pergi adalah ide yang bagus. Siapa tahu ide-ide brilian datang kepadamu. Kamu harus melakukan pengurasan otak, seperti yang digambarkan oleh Kelly – pindahkan saja semuanya ke atas kertas, supaya hal-hal itu berhenti melompat-lompat di dalam kepalamu dan mulai nampak masuk akal saat disebarkan di atas kertas.

12. Tetaplah Mendengar Saat Berkarya

Saat aku merasa tumpul dan tidak produktif, biasanya adalah saat aku terganggu atau khawatir tentang sesuatu yang tidak relevan dengan apa yang sedang kukerjakan, atau sekedar tak bisa duduk tenang dan berkonsetrasi dalam waktu yang lama. Selama bertahun-tahun, aku hanya akan memakai headphones dan mendengarkan musik. Tapi sudah agak lama ini aku kecanduan berbagai macam podcast tentang program-program informatif, cerita-cerita, dan ide-ide. Bekerja sambil mendengarkan podcast-podcast ini menjaga pikiranku tetap terstimulasi dengan cara yang berbeda, dan nampaknya kebiasaan baruku ini juga membiarkan sisi kreatif dan visualku lepas bebas dan bekerja tanpa kekhawatira. Memutuskan hubungan dengan gangguan kehidupan sehari-hari, dan semacam membelah diri menjadi dua bagian rasanya adalah taktik terbaik untukku, dan hampir terasa meditatif untukku saat melukis.” – Audrey Kawasaki, pelukis.

Mungkin kamu selalu mencoba mencocokkan playlist-mu dengan mood-mu. Tapi bagaimana jika sebaliknya; kamu menggunakan pilihan audio-mu untuk mengarahkan kerjamu?

Kamu bisa menggambar inspirasi dari lebih dari sekedar playlist yang menarik. Saat aku sedang menyelesaikan tugas akhirku di sekolah seni, aku menyetel setiap episode serial “Hoarder” yang kutemukan di Netflix sebagai latar saat aku bekerja. Selain menjagaku tetao terjaga dalam waktu yang lama, aku sering berpikir bahwa serial itu mengarahkan pekerjaanku dengan caranya sendiri, memberiku ide-ide untuk detail-detail kecil yang kumasukkan ke dalam proyekku.

13. Bersihkan Dirimu

“Saat aku merasa mentok, aku melakukan beberapa hal yang berbeda: aku mandi sangat lama. Entah bagaimana, aku bisa berpikir dengan berbeda saat mandi. Ini membersihkan piliran lamaku dan aku merasa terbaharui. Aku membersihkan sekelilingku. Aku tak bisa bekerja kalau di sekitarku berantakan. Kalau masih tidak membantu juga, aku akan pergi bersepeda dan mencoba untuk tidak memikirkan proyek itu sama sekali. Entah bagaimana, semuanya akan berhasil pada akhirnya.” – Ji Lee, desainer dan ahli strategi kreatif di Facebook.

Bahkan jika kamu adalah tipe orang yang membawa laptopmu ke Starbucks untuk bekerja atau sebaliknya; menyukai saat banyak hal kreatif terjadi di sekitarmu, hal ini bisa meningkatkan kreativitasmu untuk bekerja di lingkungan yang lebih minimal. Membersihkan area kerjamu bisa menjadi langkah pertama untuk membersihkan pikiranmu.

14. All Aboard!

“Akhir-akhir ini, hal yang sangat membantuku mengatasi ketumpulanku adalah naik Amtrak (jalur rel federal Amerika) ke suatu tempat. Sayangnya aku tidak melakukannya sesering yang kuinginkan, tapi aku suka bagaimana aku dipaksa duduk di suatu tempat, dan tidak seperti dengan pesawat terbang, kursi Amtrak sangat nyaman. Kakekku berkendara ke Alaska setiap tahun sambil menulis (iya, ini bahaya, aku tahu), tapi kupikir bepergian dengan kereta cukup mirip. Ada sesuatu tentang menjelajah dunia yang membuatmu merasa hidup. Namun, hal itu tidak mudah untuk dilakukan. Jadi aku lebih sering melanjutkan pekerjaanku. Jika aku merasa kosong, aku akan menerima bahwa aku akan membuat beberapa kesalahan, dan tetap melanjutkan prosesnya.” – Mike Perry, desainer dan seniman

Jika kamu punya waktu dan agenda yang mengharuskanmu untuk bepergian, terjebak di transit kadang bisa menjadi waktu yang baik untuk memaksa dirimu untuk berkonsentrasi dan bekerja. Seperti yang dikatakan Perry, bepergian dengan kereta adalah salah satu caranya, baik untuk kenyamanan, juga karena ada sesuatu yang spesial dengan memandang dunia di luar jendela.

15. Kerjakan Saja!

“Inspirasi itu untuk amatir – sisanya harus datang ke kantor dan bekerja. Aku tidak pernah mentok seumur hidupku.” – Chuck Close, pelukis.

Mungkin ini terdengar sedikit kasar, tapi untuk beberapa orang, mencari inspirasi hanyalah sebuah bentuk penundaan. Kerjakan saja. Cepat atau lambat, ide akan mengalir.

Metode paling baik apa yang pernah kamu dengar untuk mengatasi creative block?

Selamat mendesain!

(May/KataRupa)

Disadur dari: designschool.canva.com/blog/creative-block/

KATARUPA © COPYRIGHT 2017. ALL RIGHTS RESERVED
%d bloggers like this: