Skip to content

Film Animasi Keren Ala Wayang Kulit Justru Buatan Animator Jepang

Pembaca,

Bangga bercampur malu sudah selayaknya kita rasakan saat dihadapkan pada kenyataan bahwa animator dari negeri seberang justru bangga berkarya dengan gaya rupa wayang kulit.

Iya betul, Kaidesutai, animator asal negeri mantan ‘saudara tua’ kita ini, tidak ikut-ikutan arus besar yang berkiblat pada gaya animasi Barat bahkan Jepang sendiri. Ia justru terkesan sangat terkesan dengan keunikan gaya tutur rupa wayang kulit.

Hal ini juga terungkap dari akun twitter-nya yang memajang header photo ilustrasi sosok bergaya rupa wayang kulit, seperti terlihat di bawah ini:

Screen-Shot-2017-06-24-at-10.08.51-PM

Sumber: screenshot akun twitter @kaidesutai

Bagi para jagoan animasi asal Indonesia yang belum memutuskan ‘menjeratkan’ diri pada pesona gaya tutur rupa Disney, Pixar, DreamWorks, Ghibli, dan lain-lain, tidak ada salahnya menggali dan ‘menggilai’ potensi pesona gaya tutur rupa wayang kulit.

Sebagai ‘anak kandung’ negeri asal wayang kulit, jagoan animasi Indonesia semestinya lebih memiliki peluang yang lebih besar dalam menjiwai gaya tutur rupa wayang kulit. Sama halnya dengan jagoan animasi Jepang yang lebih besar peluangnya dalam menjiwai gaya tutur rupa anime misalnya.

Perhatikan video animasi karya Kaidesutai di bawah ini yang dalam bahasa Inggris bertajuk “EGOISM”. Dari sisi ide cerita, tergolong dark dan unexpected, sangat pas dieksekusi dalam bahasa “bayangan” ala wayang kulit. Karena bayangan menyiratkan misteri, sesuatu yang tak mudah diduga, dan tak jarang bikin sebagian orang merinding.

Profil wajah para karakter animasi berikut sentuhan ukiran dekoratifnya tak diragukan lagi terinspirasi wayang kulit. Namun dari sisi teknis, tampaknya animator negeri Sakura ini tidak mengeksplorasi kekhasan teknik memainkan wayang kulit yang disebut “sabetan”, seperti; “solah” yaitu gerakan wayang yang pas dengan postur tubuh wayang; “iringan” yaitu musik gamelan khas untuk mendramatisasi adegan; “tancepan” yaitu teknik menancapkan wayang pada pohon pisang; dan lain-lain. (Sumber: dari berbagai sumber)

Tentu saja teknik “sabetan” ini tidak dimaksudkan pek ketiplek diterapkan dalam film animasi yang notabene target penontonnya kaum millennials. Tapi dijadikan dasar untuk menciptakan versi ‘modifikasi’ sang animator agar rupa filmnya lebih dinamis, sesuai selera industri film modern.

Dengan hanya meminjam bentuk rupa wayang kulit saja sudah membuat film animasi “EGOISM” terlihat keren, apalagi jika teknik “sabetan” dan roh seni wayang kulit benar-benar dijiwai sebagai inspirasi dalam memperkaya tutur rupanya.

Berani mencoba?

 

Redaksi

Featured Image: screenshot youtube 自主制作アニメーション 「EGOISM」

Video: kaikai1005

KATARUPA © COPYRIGHT 2017. ALL RIGHTS RESERVED
%d bloggers like this: