Skip to content

Acnes Sealing Gel, Iklan ‘Dark’ dari Dentsu Spark Indonesia

Sudah bukan rahasia lagi jika banyak orang kreatif periklanan Indonesia begitu berhasrat menghasilkan karya iklan, yang istilah kerennya ‘award winning’, sekalipun dalam wujud ‘aspal’ alias asli tapi palsu.

Asli, karena direstui oleh pemilik brand untuk dipublikasikan, meski bukan di media mainstream serta dengan durasi terbatas. Dan (yang mengharukan) kerap kali atas biaya agency bersangkutan. Bisa dibilang ‘palsu’ karena brief umumnya berasal dari inisiatif agency, yang sudah barang tentu bebas merdeka dari pakem-pakem klien selama ini.

Oya, agar terdengar lebih ‘profesional’, agency-agency yang berusaha meraih popularitas lewat jalan pintas ini menyebut iklan ‘aspal’ mereka sebagai iklan ‘inisiatif’. Mmm… bolehlah, namanya juga usaha.

Para kreatif periklanan ini tak sepenuhnya bisa disalahkan jika terkesan amat bernafsu memperoleh pengakuan akan kejeniusan mereka menghasilkan iklan yang kreatif mandra guna. Karena sejatinya sebagian dari diri mereka adalah ‘seniman’ yang doyan dipuja-puji. Manusiawi banget sih, karena orang awam sekalipun suka pujian, meski seniman relatif lebih ‘sensitif’ dalam soal ini.

Sampai di titik ini, tidak ada yang salah dengan iklan yang berlabel ‘inisiatif’. Yang menjadi masalah adalah jika jurus kreatif yang dilancarkan agency bersangkutan justru malah berpotensi memperburuk image dari brand yang telah ‘berbaik hati’ memberikan restunya agar sang agency bisa memuaskan hasratnya mendulang pujian.

Iklan cetak “Acnes Sealing Gel” karya Dentsu Spark yang dikomandoi Rino Rinanditio, sang creative director, adalah contoh yang ‘baik’ untuk menunjukkan betapa cara berpikir kreatif yang tidak sensitif justru berpotensi memperburuk image dari brand bersangkutan.

FA_Acnes Inisiatip alt.2

Sumber: adeevee.com

Terlepas dari bahwa iklan ini adalah inisiatif atau memang permintaan klien, sang creative director terlihat sangat tidak memahami makna dari ‘first impression’. Jerawat yang—maaf—lebih mirip tumor, terlihat sungguh menyeramkan jika tidak mau dibilang menjijikkan, ditambah lagi versi “Selfie” yang dengan terang benderang menampilkan bulu hidung. Entah apa yang ada di benak sang creative director yang dengan pedenya mempertontonkan pemandangan ‘horor’ semacam ini.

FA_Acnes Inisiatip alt.2

Sumber: adeevee.com

Bisa jadi sang creative director—seperti juga banyak creative director lainnya—berpikiran bahwa pendekatan negatif bakal lebih menarik dan memiliki ‘stopping power’ yang lebih tinggi ketimbang sebaliknya. Sah-sah saja sih karena memang terbukti banyak yang berhasil sepanjang pendekatan tersebut tidak malah menjadi senjata makan tuan.

Sekelas creative director mestinya memiliki kepekaan yang lebih dibanding anak buahnya. Ia (semestinya) memiliki ‘indera keenam’ yang bisa ‘melihat’ apakah pendekatan kreatif—baik itu negatif maupun positif—bakal berdampak baik atau buruk terhadap brand yang diiklankan.

Dari sisi komunikasi visual, saya menilai—dan saya senang berada di posisi menilai karena lebih mudah daripada mencipta :)—dua seri iklan besutan Dentsu Spark ini tergolong ‘dark’ dalam arti menyeramkan. Saking ‘dark’-nya sang visual utama, membuat tampilan produk berikut 3 kata pesannya menjadi tenggelam. Oya, seolah mengikuti pakem klasik iklan-iklan untuk diikutsertakan dalam kompetisi iklan, iklan cetak ini pun menampilkan produk dan pesannya dalam ukuran yang kecil.

Tanpa mengurangi rasa salut saya atas keberanian tim Dentsu Spark mencari pendekatan kreatif yang berbeda dan eye-catching, saya menyarankan agar creative director Rino sebagai penanggung jawab karya, lebih banyak lagi belajar mengasah kepekaannya dalam hal komunikasi visual.

Salam sukses dan teruslah berkarya, Dentsu Spark!

Penulis: Sahat Sibarani (Praktisi & Alumni Desain Komunikasi Visual ITB ’89)

________

Shame no more.

Advertising Agency:Dentsu Sparks, Jakarta, Indonesia
Creative Director:Rino Rinanditio
Copywriter:Rino Rinanditio
Creative Group Head:Yayan Heryanto
Art Director:Yayan Heryanto
Senior Art Director:ENM
Account Director:Sonny Devyanto
Photographer:Rudi Cahyadi
Retoucher:Endra M.
Account Manager:Citra Rigiannisa
Account Executive:Achmad Reza Prayudi
Chief Operational Officer:Elbinasari S. Soemantri

 

(KataRupa)

KATARUPA © COPYRIGHT 2017. ALL RIGHTS RESERVED

 

 

 

 

%d bloggers like this: