Skip to content

Energy Zaman Old Iklan TV “Energy of Asia” Asian Games 2018

Terpilih menjadi tuan rumah Asian Games 2018 sudah pasti bikin kita semua, orang Indonesia sangatlah bangga. Infrastruktur sudah nyaris siap pakai dan kampanye iklan di TV pun mulai melancarkan daya pikatnya.

Tanpa sedikitpun melunturkan kecintaan terhadap Indonesia yang berhasil menggarap perhelatan adu kuat raga se-asia sekaligus lahan showbiz yang subur, KATARUPA menyayangkan kreativitas dan eksekusi iklan TV Asian Games 2018 yang telah tayang.

Iklan TV Asian Games 2018 berbahasa Inggris ini bisa menjadi kesan pertama bagi negara-negara asia tentang kualitas Indonesia sebagai tuan rumah pesta olahraga yang menelan biaya 3 triliun rupiah… wuihh, semoga enggak cuma balik modal tapi juga dapet untung besar ya, warganet.

Dari sisi kreativitas, tidak ada sesuatu yang baru di iklan berdurasi 90 detik ini. Nyaris mirip iklan-iklan korporat ataupun iklan-iklan rokok yang umumnya bertemakan pantang menyerah, bangkit dari kejatuhan, dan sejenisnya. Bahkan beberapa adegan seperti iklan pariwisata.

Tidak ada ide ataupun tema baru yang diangkat, seolah hanya mengulang-ulang apa yang sering kita lihat di iklan-iklan lain. Namun bukan berarti semua iklan-iklan Asian Games tahun-tahun sebelumnya lebih baik lho, bahkan menurut KATARUPA ada yang kualitasnya di bawah standar.

Tapi ada satu iklan Asian Games yang menurut KATARUPA menarik baik dari sisi ide maupun eksekusi, yaitu Asian Games Doha 2006. Ide ‘pertarungan kolosal’ dengan sangat apik dan artistik ditampilkan, kesan epic terasa kuat.

Dibanding iklan Asian Games 12 tahun lalu ini, dari sisi eksekusi, iklan Asian Games 2018 justru setia bergaya zaman old, berupa klip-klip yang dirangkai dengan gaya standar-standar saja, dengan color tone dan angle kamera yang juga standar-standar saja. Semuanya serba konvensional.

Bahkan banyak warganet yang menyayangkan penampakan kota yang diduga Shanghai serta pembangunan sebuah stadion yang diduga ada di Rusia. Sehingga tak salah juga jika ada yang menduga sang pembuat iklan mencoba mengesankan 2 lokasi tersebut ada di Jakarta.

Nah, dari semuanya, menurut KATARUPA, yang paling enggak nyambung dengan slogan “Energy of Asia” adalah karakter suara narator dan cara membawakan narasinya. Terbayang seperti seorang laki-laki setengah baya yang baru bangun tidur sambil menyeruput kopi, menasehati para anak muda milineal tentang falsafah hidup.

Jika suara loyo sang narator dihilangkan, maka akan sangat signifikan perbedaannya. Adegan-adegan menempa raga dan mengasah keahlian yang butuh energi bakal tak lagi tereduksi.

Sekedar pendapat dan saran sederhana KATARUPA dalam melihat iklan TV Asian Games sebagai salah satu garda terdepan dalam mempromosikan negara penyelenggara.

Terlepas dari itu semua, KATARUPA tetap angkat topi atas jerih payah para pekerja film iklan Asian Games 2018 ini dalam menampilkan yang terbaik. Setiap hasil kerja keras, patut dihargai.

 

(KataRupa)

Featured image: YouTube screenshot

Video: KATARUPA I Showbiz

KATARUPA © COPYRIGHT 2017. ALL RIGHTS RESERVED

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: